<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-26437518</id><updated>2011-04-22T10:08:06.586+08:00</updated><category term='Reflection'/><category term='Nature'/><category term='Nostalgie'/><title type='text'>My Journey</title><subtitle type='html'>Life is a never ending journey..</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lennychristy.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26437518/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lennychristy.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Lenny Christy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12793865707450070301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5765/2760/1600/s_lejak1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26437518.post-7860233744863831611</id><published>2008-04-02T15:31:00.002+08:00</published><updated>2008-12-09T08:01:18.544+08:00</updated><title type='text'>Konservasi dan Religi</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PFcv2KrUABg/R_M2olNO6lI/AAAAAAAAAAM/Cj7IDey13TQ/s1600-h/konservasi_religi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184547666843855442" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_PFcv2KrUABg/R_M2olNO6lI/AAAAAAAAAAM/Cj7IDey13TQ/s320/konservasi_religi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Sejak mulai bekerja kurang lebih 12 tahun yang lalu di bidang non profit yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan konservasi, sudah banyak sekali workshop atau lokakarya yang saya hadiri. Baik yang diselenggarakan di Ibukota Provinsi, Ibukota Kota Kabupaten, Ibukota kecamatan maupuan di kampung. Baik yang mengambil tempat di hotel berbintang lima, hotel berbintang tiga, hotel melati, di ruang serba guna, ruang meeting, rumah penduduk, balai desa dan yang paling unik adalah lokakarya yang saya hadiri di kersik (hamparan batu putih di pinggir hulu sungai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kesemua lokakarya tersebut, biasanya pesertanya adalah pegawai pemerintah dari instansi-instansi terkait, pegawai pemprov, pemkab, kecamatan, kepala desa, tokoh adat, LSM, Lembaga Kerjasama Internasional, perwakilan dari masyarakat, pengurus badan pengelola kawasan, pers, mahasiswa, pendidik, perwakilan dari lembaga peneliti, akademisi dan ilmuwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada yang berbeda hari ini. Hari ini saya berkesempatan untuk menghadiri Lokakarya Penyusunan Multi Criteria Evaluation untuk sebuah lansekap di Sumatera Utara. Lokakarya diadakan oleh Orangutan Conservation Service Project (OCSP) di hotel berbintang di kota Medan. Dari peserta yang hadir, ada seseorang yang nampak lain, sampai-sampai saat memasuki ruang workshop sebelum acara dimulai, saya fikir saya salah masuk ruangan. Saat itu saya melihat seorang Bhikkhu. Awalnya saya kira ruangan tersebut adalah ruangan untuk acara religi, namun ketika saya perhatikan tulisan di depan ruangan dan melihat beberapa orang lainnya yang berpakaian dinas serta beberapa rekan dari OCSP Medan, barulah saya yakin bahwa saya tidak salah masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak workshop yang terkait dengan masalah konservasi, baru kali inilah saya melihat seorang Bhikku hadir. Ia mengenakan atasan lengan panjang berwarna kuning pucat di balik jubah yang berwarna sama. Berkaos kaki panjang warna putih sampai lutut yang dikenakan diluar celana panjang yang juga berwarna kuning pucat. Ia mengenakan sepatu tipis yang kelihatannya beranyam. Menurut dugaan saya, ia adalah seorang Bhikku dari aliran Mahayana atau Tantrayana. Namun hal ini baru dugaan saja, maklumlah, karena saya belum pernah beribadah di Vihara lain selain Vihara Theravada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah acara selesai, karena masih penasaran, saya bertanya pada salah seorang rekan panitia. Menurutnya, Bhikku tersebut mewakili Yayasan Bodi Cita. Yayasan keagamaan ini ternyata dua tahun terakhir terlibat aktif dalam masalah lingkungan, dengan melakukan kegiatan-kegiatan seperti rehabilitasi lahan dan pendidikan lingkungan. Luar biasa. Itu yang terlintas di kepala saya. Betapa tidak, jujur saja, selama ini sudah banyak sekali dakwah, ceramah dan himbauan mengenai kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Namun hanya sebatas itu. Sebatas dakwah, ceramah dan himbauan. Sesuatu yang masuk telinga dan langsung menguap begitu saja tanpa pernah punya kesempatan untuk mengendap di otak barang sekejap. Dan yang paling miris adalah, tidak jarang saya menemukan orang yang sangat pandai merangkai kata untuk menceramahi atau mendakwahi orang lain, namun perilakunya tidak mencerminkan perkataannya. Bagaimana bisa mengajak orang lain berbuat baik sedangkan dirinya sendiri tidak konsisten?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya untuk berbuat, tidak hanya sebatas wacana, tidak hanya sebatas kata-kata, tidak hanya sebatas ceramah. Salut untuk para tokoh atau aktifis keagamaan yang sudah melakukan sesuatu untuk lingkungan dan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Medan, 250308&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26437518-7860233744863831611?l=lennychristy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lennychristy.blogspot.com/feeds/7860233744863831611/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26437518&amp;postID=7860233744863831611&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26437518/posts/default/7860233744863831611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26437518/posts/default/7860233744863831611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lennychristy.blogspot.com/2008/04/konservasi-dan-religi.html' title='Konservasi dan Religi'/><author><name>Lenny Christy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12793865707450070301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5765/2760/1600/s_lejak1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PFcv2KrUABg/R_M2olNO6lI/AAAAAAAAAAM/Cj7IDey13TQ/s72-c/konservasi_religi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26437518.post-3093942344733281636</id><published>2008-04-01T11:25:00.001+08:00</published><updated>2008-04-01T11:36:52.838+08:00</updated><title type='text'>Kandang Monyet</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Sewaktu berada di Medan untuk mengikuti workshop satu hari tentang penyusunan Multi Criteria Evaluation untuk lansekap Batang Toru, setelah selesai acara workshop saya berkesempatan untuk mengunjungi kandang monyet. Di kebun binatang? Bukan… sama sekali bukan. Kandang Monyet adalah julukan teman-teman OCSP (Orangutan Conservation Service Program) Medan untuk kantor (atau lebih tepatnya ruangan) mereka di sayap kiri bangunan utama kantor ESP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat saya bertanya kepada seorang teman di sana, mengapa ruangan tersebut mereka namakan Kandang Monyet. Bukankah lebih pas kalo dinakaman Kandang Orangutan karena program tersebut berkaitan dengan Orangutan, bukan Monyet. “Karena yang kerja di ruangan itu adalah monyet-monyet” jawabnya. J Monyet-monyet yang berkantor di sana antara lain Redho, Erwin, Rusmadi dan Ian. Di depan Kandang Monyet ada secuil ruang terbuka beratap yang dilengkapi dengan kursi dan meja taman. Sebuah dinding yang merupakan pembatas dengan rumah di sebelahnya digunakan untuk menggantungkan whiteboard. Tampak beberapa tulisan di sana. Tempat yang cukup asyik untuk rapat dan berdiskusi dengan suasana yang cukup asri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman di OCSP ini rata-rata suka sekali bercanda dan kompak. “Kerja kita sudah berat, jadi jangan diberat-beratin lagi, harus enjoy dan banyak bercanda” kata salah seorang kawan di sana. Hmm…. Saya sangat sepakat, sesuatu yang saya dapati agak “kurang” di tempat saya bekerja sekarang. Hanya sedikit yang memiliki mentalitas seperti itu, dan karenanya kami merasa agak “terspisah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya tulisan ini harus segera saya akhiri karena saya menulis di dalam taxi yang membawa saya dari Balikpapan ke Samarinda, dan sudah tiba di bagian jalan yang sangat meliuk-liuk, naik turun, sangat tidak bersahabat bagi orang yang membaca atau mengetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;KM 48 to Samarinda, 280308&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26437518-3093942344733281636?l=lennychristy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lennychristy.blogspot.com/feeds/3093942344733281636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26437518&amp;postID=3093942344733281636&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26437518/posts/default/3093942344733281636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26437518/posts/default/3093942344733281636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lennychristy.blogspot.com/2008/04/kandang-monyet.html' title='Kandang Monyet'/><author><name>Lenny Christy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12793865707450070301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5765/2760/1600/s_lejak1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26437518.post-1478031561913712797</id><published>2007-12-27T16:41:00.000+08:00</published><updated>2007-12-27T16:57:04.506+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nature'/><title type='text'>My Carbon Footprint</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;I’ve been working for a non profit organization for the past 11 years. Especially for this last two years, I’ve been working for an NGO deals with nature conservation.&lt;br /&gt;I have something going on in my mind ever since “What have I contributed to the conservation? To preserve the nature?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, I use the low-energy light bulbs at home, turn on the light only when I needed and always turn off the light before I sleep. But, it just simply not enough and it has becoming worsened for the last two months, how come?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The management has decided to have another office in another city, about 120 Km away to the South. There is a new policy to scale up the work scope, from only province wide, to be island wide. The current office located in the capital of the province; however, it’s a pity that the capital only has a little airport which serves only province’s domestic flight (even in fact the government now is building a bigger airport to deals with this issue). If you need to go out of the province, you have to travel to the city which our new office located. It took about 2.5 hours by car. So, for the scale up, the office needed to be located near the airport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My worry became real. For the last two months, the travel from and to the capital has been increasing rapidly then from the capital to the airport before. The drivers still based in the capital. They have to travel from there to the new office back and forth to pick someone up (who need to attend meetings in the capital). Not me only, but for others too, since we have to work closely with partners which are in the capital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Especially for my case, I go to a University at the capital for a master degree. The classes held every Friday and Saturday. So, every week I have to travel back and forth. Approximately for 1 month, I would travel almost 1,000 Km. The consequences of course, I consume more fuel then before. I emit more Carbon to the atmosphere. And it’s not only me. There are some colleagues which are in the same situation with me.&lt;br /&gt;I’m wondering what is the urge to have me and my colleagues work at the new office while almost all our network and partners are sitting at the provincial and district level and all my work can be done at the current office? And in fact, until now there is no clear plan for the scaling up activity. That’s the question that I guess I will never get the answer from the management. I just hope everything will be better in the new coming year.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:78%;"&gt;Smd-261207&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26437518-1478031561913712797?l=lennychristy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lennychristy.blogspot.com/feeds/1478031561913712797/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26437518&amp;postID=1478031561913712797&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26437518/posts/default/1478031561913712797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26437518/posts/default/1478031561913712797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lennychristy.blogspot.com/2007/12/my-carbon-footprint.html' title='My Carbon Footprint'/><author><name>Lenny Christy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12793865707450070301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5765/2760/1600/s_lejak1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26437518.post-116326686569344528</id><published>2006-11-12T01:37:00.000+08:00</published><updated>2007-12-21T17:05:30.833+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nature'/><title type='text'>Hujan ‘Tlah Tiba</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;Hujan ‘tlah tiba…&lt;br /&gt;Hujan ‘tlah tiba…&lt;br /&gt;Horee.... horeeee! ….. horeeeee!!!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kira-kira seperti itulah lagu anak-anak “Libur ‘tlah tiba” yang dipopulerkan oleh Tasya bila sedikit diplesetkan. Akan terdengar sangat bersemangat untuk merayakan datangnya kucuran air dari langit. Betapa tidak, akhirnya hujan yang dinanti-nanti telah tiba membasahi kota Samarinda untuk beberapa hari terakhir. Meskipun membawa masalah baru: banjir. Seiring dengan datangnya hujan, perlahan namun pasti, rintik-rintik air mengusir pergi kabut asap yang sempat menyelimuti kota Samarinda selama beberapa waktu, yang bahkan menyebabkan beberapa penerbangan lokal sampai dibatalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabut asap. Pastilah penduduk pulau Kalimantan dan sebagian Sumatera sudah tidak asing dengan kabut asap, termasuk penduduk negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang sudah beberapa kali komplain pada Indonesia. Setiap memasuki musim kemarau, selalu saja ancaman kabut asap menghantui. Paling tidak, hal ini sudah terjadi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Yang menjadi pertanyaan adalah, sampai kapan “hadiah” kabut asap ini akan terus dinikmati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sudah banyak usaha yang dilakukan oleh banyak pihak untuk mengatasi masalah kabut asap yang selalu menjadi langganan itu. Namun sebaliknya, mungkin banyak pihak pula yang turut berkontribusi terhadap pemberian “hadiah” itu? Bukankah tak ada asap bila tak ada api?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang masalah asap, pasti tidak akan lepas dari kebakaran. Dan bila bicara tentang kebakaran, pasti akan tergelitik untuk menanyakan penyebabnya. Sudah banyak penelitian tentang penyebab kebakaran hutan dan lahan yang terjadi. Dan semua itu ternyata sangatlah kompleks, seperti benang kusut, seperti lingkaran yang susah diketahui mana ujung pangkalnya. Banyak hal yang saling terkait, atau dalam istilah kerennya “&lt;em&gt;underlaying causes&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian, hal yang pasti untuk mengatasi masalah ini adalah, kesadaran kita semua untuk mencegah dan adanya penegakan dan perangkat hukum yang memadai. Hmm…. Sungguh suatu teori yang mudah untuk diucapkan, namun sangatlah sulit untuk dipraktekkan. Meski terdengar seperti mimpi di siang bolong, saya tak ingin berhenti berharap. Semoga saja, perlahan namun pasti, seperti rintik-rintik air yang mengusir pergi kabut asap, permasalahan ini pada akhirnya akan ada solusinya. Negara maju seperti Australia dan Amerika saja memerlukan waktu lebih dari seratus tahun untuk membangun sistem penanggulangan kebakaran hutan dan lahan mereka. Dan sesekali waktu masih “disapa” masalah itu. Mungkin negara kita tercinta hanya memerlukan sedikit waktu lagi.. semoga hanya sedikit, sehingga lagu “Libur ‘tlah tiba” tidak perlu diplesetkan lagi menjadi “Hujan ‘tlah tiba” atau bahkan “Asap ‘tlah tiba”….. Horeee… Horeee… Horeeee!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Bedroom, 12112006 00:20. (ni)2&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26437518-116326686569344528?l=lennychristy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lennychristy.blogspot.com/feeds/116326686569344528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26437518&amp;postID=116326686569344528&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26437518/posts/default/116326686569344528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26437518/posts/default/116326686569344528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lennychristy.blogspot.com/2006/11/hujan-tlah-tiba.html' title='Hujan ‘Tlah Tiba'/><author><name>Lenny Christy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12793865707450070301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5765/2760/1600/s_lejak1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26437518.post-115944532194094638</id><published>2006-09-28T19:53:00.000+08:00</published><updated>2007-12-21T17:07:44.649+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nostalgie'/><title type='text'>Bersin</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;Pagi ini begitu saya masuk ruangan di kantor, saya langsung membongkar 2 buah kardus yang berisi barang-barang yang belum ditata sejak pindahan kantor bulan Mei yang lalu….Bayangkan! Bulan Mei! Sekarang sudah bulan September..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebelumnya tidak banyak yang bisa saya lakukan supaya barang-barang itu bisa tertata karena lemarinya memang belum ada. Baru ada beberapa saat yang lalu dan saya belum ada waktu sampai hari ini. Sebenarnya saya enggan untuk membongkar barang-barang, bukannya malas, tapi karena saya sudah tahu konsekuensinya. Saya pasti akan bersin-bersin dengan hebat, terus menerus, lalu mata berair, meler dan dilanjutkan kepala pening… ugghhh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja, baru beberapa buku dan berkas yang saya bongkar, bersin-bersin sudah terjadi.. tanpa henti sampai otot perut tertarik semua… sebel.. Disambung dengan meler seperti air deras yang turun dari pancuran… bagaimana bisa cepet selesai menata barang-barang bila harus sibuk bersin, sambil memencet hidung, berusaha membendung air bah, bersin lagi..lagi..lagi…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm….. lalu seperti yang sudah saya duga, kepala saya menjadi pening..ning..ning… Akhirnya saya memutuskan untuk menghentikan kegiatan bongkar membongkar ini. Dilanjutkan besok saja. Saya keluar ruangan untuk menghirup udara segar. Berharap bersin dan meler serta pening kepala bisa lebih baik. Walaupun saya tahu pasti tidak akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah salah satu masalah yang cukup serius pada saya. Alergi debu rumah. Apalagi debu buku hmmm… Kalau hanya bersin sih masih lumayan, tapi meler plus peningnya itu lho, yang sungguh merepotkan sekali. Saya sudah berkonsultasi dengan beberapa dokter ahli THT, bahkan sampai dikamera dan discan segala. Kesimpulannya sama. Alergi saya tidak dapat disembuhkan, kalau lagi parah, saya harus mengkonsumsi obat. Celakanya obat alergi ini selalu menimbulkan kantuk dan menyebabkan rasa lapar, sehingga perasaan ingin makan.. tidur.. makan.. tidur.. makan lagi…tidur lagi… Wuih…parah kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, akibat dari alergi ini, daging dalam hidung saya membengkak, sampai menekan tulang tengah hidung sehingga agak miring (oh… my poor nose). Kalau lagi parah-parahnya, saya jadi susah bernapas karena rongga hidung yang mampet. Paling terasa pada saat mau tidur. Salah seorang ahli THT menyarankan agar hidung saya dioperasi sekalian dengan tonsil. Saat dia memeriksa, konon tonsil saya juga sudah tidak berfungsi, hanya sering menyebabkan radang tenggorokan. Waduh.. operasi? Takuuuuuutt…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun walaupun demikian, saya masih merasa sangat bersyukur. Kenapa bisa? Karena sudah lebih 6 tahun asma saya tidak pernah kambuh. Asma lebih mengerikan daripada bersin, meler dan pening. Kalau sekarang reaksi alergi saya hanya bersin, meler dan pening, sedangkan dulu, begitu kena debu rumah saat bersih-bersih atau bongkar-bongkar, malamnya langsung asma saya kambuh. Jangankan tidur, mencari napas saja susahnya setengah mati walau dalam keadaan duduk. Saat itulah saya sangat-sangat iri dengan saudara-saudara saya yang lain, mereka bisa tidur dengan pulas, bernapas dengan leluasa, sedangkan saya harus berjuang setengah mati untuk menarik setiap napas ke dalam rongga paru-paru saya. Bagaimana saya tidak iri, di keluarga saya, mulai dari ayah, ibu, kakak-kakak dan adik, hanya saya yang menderita asma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu saya merasa sangat bersyukur, karena 6 tahun ini saya bisa menikmati bernapas tanpa harus bersusah payah sekuat tenaga mengembangkan paru-paru saya sampai dada terasa sakit sekali. Meskipun masih ada sedikit gangguan dengan hidung yang mampet. Sejak usia saya 5 tahun sampai awal 20-an, saya benar-benar tersiksa bila asma saya kambuh. Pemicunya bisa sangat sederhana: kehujanan, kena debu rumah, makan es, coklat atau gorengan, bahkan bila emosi lagi tidak stabil (menangis dan tertawa saja asma saya bisa kambuh!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja saya tidak pernah harus merasakan asma kambuh lagi. Semoga 6 tahun ini dan seterusnya saya bena-benar terbebas. Saya sangat menyadari betapa berharganya setiap tarikan napas. Betapa nikmatnya bernapas dengan bebas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Office, 19:37, 28092006.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26437518-115944532194094638?l=lennychristy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lennychristy.blogspot.com/feeds/115944532194094638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26437518&amp;postID=115944532194094638&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26437518/posts/default/115944532194094638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26437518/posts/default/115944532194094638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lennychristy.blogspot.com/2006/09/bersin.html' title='Bersin'/><author><name>Lenny Christy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12793865707450070301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5765/2760/1600/s_lejak1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26437518.post-115829723930737446</id><published>2006-09-15T12:54:00.000+08:00</published><updated>2007-12-21T17:06:59.178+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reflection'/><title type='text'>As Time Goes by..</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5765/2760/1600/orchid.1.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 175px; CURSOR: hand; HEIGHT: 241px" height="193" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5765/2760/320/orchid.1.jpg" width="133" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Here I’m, in my bed room; try to spend a little time to reflect. I often amazed how time could run so fast, how it could change things, affecting people. So, here I’m, feel so grateful that I’ve been blessed, still breathing and healthy until this very moment, a countdown to my birthday. Still surrounded by my big family, as well as kind and nice friends. So grateful that until this moment, I believe that there are people who love and care about me, no matter whatever I’ve been going through, always give their support event in the darkest days of my life. I’ve been so lucky, and I really grateful for it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here I’m, in my bed room. Listening to Rod Stewart’s “Sailing”, from the CD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“.. I’m flying, I’m flying,&lt;br /&gt;Like a bird ‘cross the sky&lt;br /&gt;I’m flying, passing high clouds&lt;br /&gt;To be near you, to be free..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Could we be forever free? It’s hard to tell. Freedom is so expensive, some even sacrifying lives for that. Personal freedom? There are some invisible bindings that tie you so hard. You will always have to consider things that you are going to do. Whether other will mind about it. What will other people think about it? Until this moment, I’m enjoying my life. I feel free, even of course there are still some bindings. Therefore there is a big question in my mind. How long I can enjoy my freedom? Meanwhile time is running so fast, no way back. Nothing will stay the same. Time will change everything. Sooner or later I will have to face changes. Perhaps I could manage and live happily with it, or, in the other way around, it would turn my life down. “Nothing is certain, except the uncertainty it self”, said Einstein. So, here I’m, in my bed room. Try to think wise, because nothing is eternal. An easy sentence to say, but hard to do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talking about uncertainty, yes, lot’s of things happened and changed. I think I’ve been loosing good friends (really sad about it, but perhaps time has proved which are really good friends and which are not, just like a nature selection) but in the other hand, I made some new friends. But anyhow, it’s a topic to introspect my self. That’s life, isn’t it?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here I’m, still in my bed room. Just received messages and a called to wish me all the best for my future. Thank you, from the bottom of my heart. Seems my childhood just yesterday, but suddenly, I realize, it had been passing a long time ago and until this very moment, I’ve done nothing that could be proud of, did mistakes. I hope I could be a better person. Think and act wisely and maturely.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, here I’m, despite of all my weak sides, I’m still grateful with all I’ve been blessing with, with all I’ve got, being whatever I’m now. Just be my self. I would like to take this opportunity to thank my family, my friends where ever you are. Samarinda, Berau, Balikpapan, Jakarta, Surabaya, Palembang, Aceh, Germany, USA, Bostwana, Honduras, anywhere. Thank you for caring about me, thank you for taking me as I’m. Thank you for making my life so colorful and thank you for loving me. You’re all the best. Love you all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Bed room, 10092006, 00:22 am&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26437518-115829723930737446?l=lennychristy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lennychristy.blogspot.com/feeds/115829723930737446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26437518&amp;postID=115829723930737446&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26437518/posts/default/115829723930737446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26437518/posts/default/115829723930737446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lennychristy.blogspot.com/2006/09/as-time-goes-by.html' title='As Time Goes by..'/><author><name>Lenny Christy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12793865707450070301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5765/2760/1600/s_lejak1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
